Kamis, 10 Maret 2011

TERJUN PAYUNG


Olahraga dirgantara selalu memukau masyarakat, sehingga di manapun dan kapanpun, kegiatan itu diselenggarakan, akan selalu menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah terjun payung.
Terjun payung adalah aktivitas yang melibatkan terjun dari sebuah pesawat terbang menggunakan parasut yang dapat dibentangkan.
Sebenarnya rancangan parasut sudah dipikirkan jauh-jauh, sebelum ada orang yang berani terjun. Adalah Leonardo Da Vinci yang pertama kali merancang pertama kali dalam coretan-coretan bukunya, bertahun 1495.
Mahluk hidup pertama kali yang melakukan terjun payung dengan parasut bukanlah manusia tapi seekor anjing ?
Hal ini terjadi karena dua bersaudara Joseph dan Jacques Montgolfier menjadikan seekor anjing sebagai “ kelinci “ uji coba , dan menerjunkannya dari atap bangunan pada tahun 1783.
Pada tahun 1617, Fauste Veranzio sebenarnya pernah nekat melakukan “terjun dari sebuah menara “ di Venice. Tapi hal ini tidak pernah dicatat oleh sejarah sebagai penerjun pertama karena ia hanya sekadar coba-coba.
Pada tahun 1783 juga, Sebastian Leormand pernah mencoba terjun dengan memakai parasut sederhana berdiameter 4,2 meter. Kemudian Jean Pierre Blanchard juga membuat parasut penyelamat yang ditempatkan di atas sebuah balon.

Tapi manusia yang diakui sejarah sebagai penrjun pertama adalah Andrew Garnerin, yang melompat dari balon udara pada tahun 1797. Ia melompat dari ketinggian 8000 kaki ( sekitar 2,4 Km ) dengan memakai parasut seperti yang digunakan sekarang ini. ( Sebelumnya parasut dirancang menggunakan kerangka seperti payung ).
Garnerin sendiri sebelumnya hanyalah bermodal nekat. Pada awal penerjunan, parasutnya sering terobang-ambing . Sampai rekannya, seorang astronom Perancis, Lalandes menyarankan untuk membuat lubang kecil di bagian atas parasut. Ternyata parasut bisa turun stabil sehingga kemudian terus dipakai sampai saat ini.
Pada abad berikutnya, parasut umumnya hanyalah dipakai untuk pertunjukan acrobat. Seseorang naik Trapeze kemudian melompat dan terjun memakai parasut.
Pada penerjunan dengan balon udara, parasut diikatkan pada sisi balon. Lompatan penerjun akan menarik parasut hingga ikatannya terbuka.
Namun dengan teknik ini, tercatat Robert Cocking sebagai penerjun pertama yang tewas. Melompat dari ketinggian 5000 kaki ( 1,5 Km ), payungnya jatuh terlenih dulu baru tubuhnya.
Grant Morton dan Albert Berry mengaku sebagai orang yang pertama kali terjun dari pesawat. Tahun 1911 Morton terjun dengan parasut yang terikat di tangan saat ia melompat meninggalkan pesawat. Sedang tahun 1912 Berry terjun dengan parasut penyelamat yang ada di badan pesawat. Keduanya benar terjun dari pesawat, tapi sebenarnya karena terpaksa.
Memasuki Perang Dunia, parasut dikembangkan dengan mempertimbangkan factor stabilitas, kecepatan laju, bahkan untuk mencapai ketinggian tertentu.
Sehabis perang barulah mulai dikembangkan parasut jenis ring slot yang kemudian banyak dipakai pada penerjunan barang dan perlambatan kecepatan suatu benda. Belakangan, kendaraan para astronot yang hendak mendarat di bumi banyak memakai parasut jenis ini.
Georgia Broadwick sebenarnya sudah melakukan terjun bebas – melayang lama di udara, sebelum membuka payung – pada tahun 1914.
Tapi terjun sebagai olah raga baru benar-benar berkembang pada tahun 1960- an.Menggunakan parasut yang bisa dikendalikan dan terbang horizontal.
Selain mengandalkan teknik, olahraga terjun payung memacu adrenalin dan membutuhkan nyali besar. Ada tiga jenis karakter terjun payung, yaitu ketepatan mendarat, kerja sama di udara, dan kerja sama antarkanopi. Masing-masing jenis ini mempunyai karakter tingkat kesulitan dan karakter kepuasan tersendiri. "Jika kita terjun di nomor ketepatan mendarat, tentu kepuasan itu datang apabila kita bisa menginjak "titik zero" di titik biru. Ini bukan hal yang mudah mengingat kita harus memperhitungkan saat di udara. Bila kita berhasil melakukannya, itu adalah lompatan yang sempurna,".

Sumber
  1. terjun payung
  2. sejarah terjun payung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar